Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Ibadah Maunya Ringkas Secepat Kilat, Tapi Kalau ada Hajat Menuntut Allah Memberikan Semaunya

Ibadah Maunya Ringkas Secepat Kilat, Tapi Kalau ada Hajat Menuntut Allah Memberikan Semaunya

Ibadah Maunya Ringkas Secepat Kilat, Tapi Kalau ada Hajat Menuntut Allah Memberikan Semaunya


FIQH AKTUAL | Jangan pernah malu jika orang lain mengatakan hidup kita susah, hidup kita melarat, hidup kita miskin dan sebagainya. Karena yang seharusnya kita meraasa malu itu saat diri kita giat dengan urusan dunia, tetapi telat terus dalam urusan shalat, tetapi ketika ada hajat pengennya secepat kilat.


Iya, begitulah manusia pengennya yang instan terus, tidak mau susah dan ribet dalam mendapatkan sebuah kesenangan diri, giliran yang dihajati tidak Allah takdirkan, ngeluhnya kebangetan. Karena itu mengutip humairoh, ini yang sebaiknya kita lakukan,

Bijaksanalah Dalam Menghamba Kepada Allah, Jangan Mendekatinya Hanya Karena Kita Sedang Butuh

Maka, bijaksanalah dalam menghamba kepada Allah, jangan hanya mendekatinya dikala kamu sedang butuh atau hanya karena kamu mempunyai hajat yang mendesak.

Karena tak sedikit dari kita yang melupakan Allah ketika yang diingini telah menjadi kenyataan, dan begitu pula sebaliknya, tak jarang juga kita mengingat Allah dikala kebutuhan tengah membuat pikiran pusing.

Malulah Pada Allah Karena Dengan Begitu Murahnya Ia Memberikan Nikmat Dengan Tanpa Peduli Sebanyak Apa Dosa Kita Pada-Nya


Malulah pada Allah sebab dalam memberi nikmatnya kepada kita, Ia tidak pernah memandang seberapa besar dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Allah tetap memberi kita nikmat rezeki, nikmat sehat dan nikmat pikiran, walau nikmat yang diberikannya secara cuma-cuma terkadang kita salah gunakan dan tidak mensyukurinya.

Saat Adzan Berkumandang Pura-Pura Tidak Mendengar Tapi Ketika Ada Hajat Yang Mendesak Dalam Doapun Seakan-Akan Allah Kita Titah


Saat adzan berkumandang terkadang kita pura-pura tidak mendengar, tetapi ketika ada hajat yang mendesak dalam doapun kita seakan-akan mentitah Allah. Karena tak jarang dari kita yang ketika berdoa, seakan-akan bukan meminta tetapi memerintah Allah.

Saat Kenyataan Tak Sesuai Dengan Rencana Sering Kali Kita Mempertanyakan Takdir Allah

Dan saat kenyataan tidak sesuai dengan rencana, sering kali kita mempetanyakan tkadir Allah dan bahkan kita berani menyalahkan-Nya, padahal yang Allah tetapkan kepada kita adalah sudah pasti yang terbaik, hanya karena pikiran dan hati kita tidak dapat menjangkaunya.

Padahal Yang Harus Kita Tanyakan Adalah Diri Sendiri, Sudah Sejauh Mana Selama Ini Kita Mengenal Allah


Padahal yang harus kita tanyakan sebenarnya adalah diri sendiri, sudah sejauh mana selama ini kita mengenal Allah, karena jika kita dekat dengan Allah tentu untuk bersifat mengeluhpun takkan kita lakukan.

Dan dalam menghambapun kepadanya takkan mungkin kita telat, sebab rasa malu pada Allah akan selalu kita rasakan saat hati sudah merujuk padanya.

Read More
Perempuan Itu Adalah Makhluq Berhati Lembut Tetapi Tetap Tangguh Mengemban Beban

Perempuan Itu Adalah Makhluq Berhati Lembut Tetapi Tetap Tangguh Mengemban Beban

Perempuan Itu Adalah Makhluq Berhati Lembut Tetapi Tetap Tangguh Mengemban Beban


FIQH AKTUAL | Pria harus tahu bahwa hati seorang perempuan adalah sangat lembut, tetapi meski demikian jangan remehkan seorang perempuan karena lembutnya hatinya, karena bisa saja ia setangguh seorang pria dan bahkan bisa jadi lebih tangguh dari seorang pria.

Apalagi jika tentang perasaan, karena banyak seorang perempuan tetap tangguh walau sudah beberapa kali disakiti oleh seorang pria, tetapi jangan heran jika kelembutannya bisa seketika menghancurkan ketangguhan seorang pria.

Seorang Perempuan Diciptakan Allah Sebagai Pelengkap Hidup Dan Sebagai Pelembut Hati Pria

Iya, seorang perempuan memang disetting untuk berlemah lembut dengan hati yang lembut pula, karena ia hadir ke dunia memang sebagai pelembut amarah pria.

Sebab itulah mengapa perempuan dikatakan tulang rusuk, dan bagaiman tulang rusuk? Yaitu ia yang dekat dengan hati, maka pantas saja jika ia dikatakan sebagai penenang seorang pria.

Gara-Gara Seorang Perempuan Juga Keadaan Dunia Bisa Hancur Karena Perempuan Adalah Tiang Agama

Dan gara-gara seorang perempuan juga keadaan dunia bisa hancur, karena memang seorang perempuan adalah tiang agama dan juga tiang negara. Sebab, keadaan agama ataupun negara akan menjadi tak karuan jika seorang perempuan juga tidak karu-karuan menjaga dirinya dengan baik dan bijaksana.


Dunia Akan Tetap Terkendali Keasriannya Jika Seorang Perempuan Bisa Mengendalikan Morilnya

Tetapi dunia akan tetap terkendali keasriannya jika seorang perempuan bisa mengendalikan morilnya, sebab itulah mengapa seorang perempuan harus selalu menjaga sikap dan perilakunya, karena moril seorang perempuan sangatlah berpengaruh pada pekerbangan moil suatu bangsa,

Perempuan Harus Selalu Menyadari Kodratnya Dan Harus Selalu Tegas Pada Tanggung Jawabnya

Maka dari itu pula seorang perempuan harus selalu menyadari kodratnya, bagaimana kodrat seorang perempuan? Ia harus selalu menjaga sikap malunya, karena mahkota termahal seorang perempuan adalah ketika dirinya mampu bersifat malu, dan dari sifat malu itulah seorang perempuan akan senantiasa menyadari tanggung jawabnya.

Perempuan Adalah Pemegang Amanah Terbesar Didunia Ini, Karena Semakin Bertambahnya Waktu Bertambah Pula Tanggung Jawabnya

Ingatlah, perempuan adalah pemegang amanah terbesar didunia ini, karena semakin bertambahnya waktu maka bertambah pula tanggung jawabnya.

Sebab, tanggung jawab wanita memiliki beberapa tahap, dari mulai ia menjadi seorang anak, seorang istri dan yang terakhir menjadi seorang ibu, dan masing-masing posisi tersebut mempunyai porsi tanggung jawab yang sangat besar.
Read More
Alasan Banyak Pria Menyesal Menikahi Wanita yang Sekadar Cantik

Alasan Banyak Pria Menyesal Menikahi Wanita yang Sekadar Cantik

Alasan Banyak Pria Menyesal Menikahi Wanita yang Sekadar Cantik


FIQH AKTUAL | Menikahi seseorang karena kecantikannya merupakan hal yang wajar, bahkan termasuk salah satu dari 4 alasan seorang wanita dinikahi.

Akan tetapi kalau seorang pria menikahi wanita hanya karena faktor kecantikannya saja tanpa ada ‘keunggulan’ lainnya, maka biasanya hanya membuahkan penyesalan di akhir.

Berikut ini beberapa alasan penyesalan menikahi seorang wanita hanya karena kecantikannya semata:

1. Ada Banyak Gangguan Dari Pria Lain yang Turut ‘Mengejar’
Tentu tidak nyaman jika banyak yang ‘mengganggu’ rumah tangga karena banyak yang ingin memperebutkan sang istri yang cantik.

2. Biaya Make Up dan Perawatan Cukup Tinggi
Biasanya wanita yang cantik memiliki perawatan wajah dan tubuh yang berbiaya cukup tinggi.

Jika suami mampu menanggung biayanya alhamdulillah, tapi jika untuk biaya pokok saja masih kurang, tentu terasa berat membiayai perawatan ini itu, alat make up ini itu, sepatu dan pakaian yang sesuai trend fashion agar istri selalu tampil cantik, dan lain-lain.

3. Kecenderungan Memperlihatkan Kecantikan Pada Selain Suami
Sudah alamiahnya wanita ingin selalu tampil cantik dan senang jika dipuji cantik oleh orang lain. Maka, jika istri banyak selfie, banyak memperlihatkan kecantikan pada para ‘fans’nya di sosmed, dan tidak mau dilarang menghentikan perbuatan tersebut, suami biasanya hanya bisa berpasrah diri.

4. Tuntutan Tinggi Pada Suami
Seorang istri yang ‘hanya’ sekadar cantik dan memang tahu dirinya cantik, biasanya merasa sang suami beruntung mendapatkan dirinya, maka ia akan memiliki tuntutan ini-itu yang cukup tinggi sebagai kompensasi ‘keberuntungan’ suami yang telah menikahinya.

Ingatlah bahwa cantik saja tidak cukup, perlu menjadi wanita cantik yang sholihah, berbakti pada suami, dan juga cerdas, sehingga suami tidak menyesal dunia akhirat akibat tertipu kecantikan fisik semata.

Sumber: ummi-online.com
Read More
Wahai Para Istri, Jangan Pernah Lakukan Ini Pada Suamimu

Wahai Para Istri, Jangan Pernah Lakukan Ini Pada Suamimu

Wahai Para Istri, Jangan Pernah Lakukan Ini Pada Suamimu


FIQH AKTUAL | Ada banyak ilmu yang harus dipelajari oleh mereka yang telah berumah tangga. Ada banyak pengetahuan yang kudu dikuasai oleh pasangan suami istri. Adanya ilmu adalah sarana yang bisa menentukan bahagia atau tidaknya sebuah ikatan pernikahan.

Pernikahan adalah awal. Banyak sekali hal baru di dalamnya. Sebab itu, ada proses perkenalan panjang yang harus dilakukan oleh seseorang kepada pasangan sahnya itu.

Mengenali pasangan adalah pintu untuk saling memahami dan berlanjut pada tolong menolong atas dasar kasih sayang dan cinta. Dari baiknya pengenalan seseorang kepada pasangannya itulah kelak yang membuat rumah tangga serasa serambi surga.

Beruntungnya, dalam ajaran Islam yang mulia, ada sekian banyak panduan bagi suami istri untuk menggapai pernikahan penuh kegembiraan yang dibahasakan dengan berkah. Ialah sebuah rumah tangga sakinah penuh ketenangan, mawadah sarat cinta, dan rahmah yang bertabur kasih sayang.



Ada kerja panjang untuk wujudkan ini. Ada usaha berat untuk menggapainya. Pun, harus diiringi kesungguhan dengan harga yang tak murah untuk mendapatkannya.

Karenanya pula, dalam pernikahan ada pahala yang agung. Sebab ianya termasuk hidupkan sunnah, sebab ianya butuh pengorbanan yang tak ringan.

Di antara panduan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam hal ini adalah larangan bagi para istri untuk tidak sembarangan bercerita kepada suaminya. Sebab, salah cerita bisa berakibat fatal berupa perselingkuhan maupun perceraian.

Apakah Hal yang Dilarang Oleh Nabi Untuk Diceritakan Kepada Suami?

Disebutkan dalam kitab Shahih Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang perempuan tidak boleh menggambarkan sifat perempuan lain kepada suaminya,” pungkas Nabi, “hingga seolah-olah suaminya melihatnya.”

Inilah larangan itu. Inilah hal yang kini dianggap remeh oleh para muslimah istri kaum muslimin. Padahal, dari sinilah setan bermain untuk keruhkan hubungan antara suami dan istri. Dan, dari sinilah bermula perselisihan rumah tangga yang ujungnya perceraian.

Ironisnya, istri masa kini bukan hanya menceritakan sifat wanita lain. Bahkan, sengaja atau tidak, mereka telah memberi izin kepada suaminya untuk menyaksikan fisik wanita lain.

Baik melalui tontonan sinetron dengan bintang film yang berpakaian apa adanya, biduan dangdut dengan dandanan mengundang syahwat, hingga mengajak suami jalan-jalan sesering mungkin ke pusat perbelanjaan yang terdapat banyak wanita mempertontonkan auratnya.

Wahai para istri, bantulah suamimu untuk menundukkan pandangannya. Bantulah, sebab dia imammu. Sebab melaluinya terdapat keselamatanmu.

Sumber: beradab.com
Read More
Muslimah, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini

Muslimah, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini

Muslimah, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini


FIQH AKTUAL | Menikah adalah hal sunah yang bisa membuat seseorang menjadi nyaman dan lebih baik dalam kehidupannya. Wanita, saat akan memutuskan menikah, sebaiknya perlu memikirkan masak-masak calon suaminya.

Jangan hanya asal suka dan cinta, maka tidak memperhatikan beberapa hal dari sifat dan perilaku calon suaminya, yang ternyata menyimpang dari ajaran Islam. Lelaki, seharusnya menjadi pemimpin wanita dan keluarga. Jika pada akhirnya tidak bisa menjadi panutan, maka akhirnya menggiring wanita dan keluarga pada neraka.

Untuk itu, berhati-hatilah para wanita untuk menentukan calon pendamping hidupnya. Wanita, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini, yakni:


1. Lelaki yang Sepelekan Shalat Wajib/Shalat Jum’at

Kepala rumahtangga memang ditasbihkan pada seorang suami. Jika lelaki tidak atau suka sepelekan sholat fardhu, bagaimana akhlak dalam keluarga bisa ditampilkan dengan baik? Karena pada dasarnya Lelaki itu harus bisa jadi imam dalam arti yang sebenarnya, imam dalam sholat maupun imam dalam menggiring keluarganya ke surga.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah ra mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”

2. Lelaki yang Gemar melakukan Dosa besar

Jika wanita sudah mengetahui jika lelaki yang akan melamarnya gemar melakukan kegiatan maksiat, berzina, suka mencuri atau hal-hal lain yang diharamkan dalam agama, maka sebaliknya langsung tinggalkan. Ini sesuatu yang prinsip, jangan sampai maghligai rumahtangga dikotori dengan hal-hal buruk.


3. Suka Merendahkan Martabat Wanita

Lelaki yang suka merendahkan martabat wanita, tidak pantas untuk diterima lamarannya. Apakah terbayang bagaimana rumahtangganya jika ada kepala rumahtangga yang akan menghina dan tidak menghormati wanita?

Bagai duri dalam daging jika hal ini terjadi. Apakah ada tipe lelaki seperti ini? memang ada dan jumlahnya cukup signifikan. Untuk itu Wanita, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini.


4. Suka Melakukan Kekerasan

lelaki suka melakukan kekerasan? bagaimana jadinya jika ia diterima sebagai calon suami jika suatu saat ia akan melakukan KDRT dalam rumahtangga. Wanita perlu sekali untuk menyelidiki asal usul dan sikap lelaki ini dalam kesehariannya. Jangan sampai Anda jadi korban selanjutnya.

5. Lelaki yang Tak Peduli Akhlak Keluarganya

Dayyuts, adalah seseorang lelaki yang tidak punya rasa cemburu saat melihat keluarganya atau calon istrinya kelak melakukan perbuatan tercela, bermaksiat dan melakukan hal-hal haram. Pembiaran macam seperti ini bisa dilihat dari wawancara atau tingkah lakunya yang tidak peduli pada akhlak keluarganya.

6. Lelaki Pelit

Apa yang akan dilakukan oleh istri jika menghadapi lelaki pelit dalam menafkahi keluarganya? untuk itu jika ada lelaki yang akan melamar sudah terlihat tanda-tanda jika ia adalah seorang yang pelit, maka sebaiknya dihindari.


7. Mencari Rezeki Dari Barang Haram

Hati-hati para wanita, jangan hanya tergiur harta calon suami atau lelaki yang akan melamar. Semisal ia bekerja pada jasa renternir, atau menjual barang-barang yang diharamkan, barang curian atau barang-barang yang tidak jelas keberadaannya.

Karena nantinya hasil dari usaha yang haram jika dimakan oleh keluarga, maka sama sekali tidak menimbulkan manfaat, bahkan menjadi dosa.


8. Durhaka Pada Orangtua

Jika seorang lelaki yang akan melamar terlihat sangat mencintai dan hormat pada kedua orangtua, maka ia adalah seorang yang baik. namun jikia sebaliknya, lelaki yang durhaka pada orangtua, menyia-nyiakan kehidupannya, maka janganlah menerima lamaran lelaki seperti ini, karena pada dasarnya berbuat baik pada kedua orangtua adalah pahala yang besar.

Beribadahlah kepada Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak. [an-Nisâ`/4:36].

9. Lelaki Gila Kerja

Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan keras, namun tidak melampoi batas, sangat disukai dalam Islam. Sudah selayaknya lelaki bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga.

Namun jika sudah gila kerja, dan tidak memperhatikan waktu senggang untuk keluarga, karena semua waktu dihabiskan untuk keluarga, dan hak-hak keluarga jadi terbengkalai, maka hal ini perlu dihindari. Jika masih ada waktu untuk mengkomunikasikan jika apa yang dilakukan nantinya akan menganggu hubungan dengan istri dan anak-anaknya kelak, hingga ia mau berubah, maka hal itu lebih baik.


10. Lelaki yang Menikahi Wanita Karena Ingin Hartanya

Ada tipe lelaki yang menikahi wanita karena hartanya. Maka jika orientasinya hanya harta, niat dari lelaki ini perlu dipertanyakan karena ia mungkin tidak tulus menikahi wanita. Khawatir suatu saat akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang berhubungan dengan harta saat pernikahan itu terjadi. Sebaiknya, lelaki berniat menikahi wanita karena Agamanya maka hal itu akan lebih utama.

10 hal itu seyogyanya diperhatikan sungguh oleh kaum wanita sebelum memutuskan menerima lamaran seorang pria. untuk itu, Wanita, Jangan Terima Lamaran 10 Laki-laki Ini jika Anda ingin selamat dunia dan akherat.

Sumber: kajianlagi.blogspot.co.id

Read More
Ingatlah 5 Ayat Ini Jika Sedang Menghadapi Masalah yang Berat

Ingatlah 5 Ayat Ini Jika Sedang Menghadapi Masalah yang Berat

Ingatlah 5 Ayat Ini Jika Sedang Menghadapi Masalah yang Berat


FIQH AKTUAL | Permasalahan yang berat dalam menjalani hidup kerap sekali melemahkan daya juang dalam jiwa dan raga seseorang. Pastinya setiap insan yang ada di dunia memiliki impian yang tinggi bukan?

Dimana setiap impian atau cita-cita tersebut diraih dengan berbagai perjuangan yang penuh dengan rintangan. Sayangnya, Tidak semua orang yang siap dan sanggup melewati berbagai macam rintangan tersebut. Dan pada akhirnya berakhir dengan kegagalan dan rasa putus asa.

Hal yang semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan jangan selalu berasumsi bahwa ” itu semua adalah takdir semata ”. Padahal di setiap permasalahan yang begitu berat untuk dipikul, maka di situlah anda akan memperoleh hasil yang terbaik.

Tidak hanya itu saja, bahkan di dalam ayat suci Al-Quran, Allah SWT dengan begitu jelas telah memberikan motivasi yang cukup luar biasa bagi setiap insan, yang mana sedang dilanda permasalahan berat di tengah perjuangan yang sedang mereka hadapi. Maka dari itu, ingatlah pada setiap makna dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut sebagai landasan di mana letak dan ukuran beratnya suatu permasalahan itu sendiri.

Dengan begitu, nantinya daya perjuangan dalam jiwa dan raga bisa tetap termotivasi, Sehingga pada akhirnya bisa meraih apa yang telah diimpikan selama ini. Inilah 5 ayat dalam Al-Quran yang bisa anda simak, dan patut anda jadikan motivator jika sedang menghadapi permasalahan berat dalam hidup anda.

Sehingga dari situ anda bisa mengingatnya, Dan pikiran positif akan tumbuh dalam diri anda, serta rasa semangat tetap mengitari di tengah-tengah perjuangan yang sedang anda hadapi.


1. Yakinlah Bahwa Anda Pasti Sanggup Menghadapinya

Semua permasalahan yang ada memang sudah diukur dan disesuaikan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi permasalahan tersebut. Sehingga tanamkanlah dalam benak pikiran dan hati anda agar selalu berpikir positif, dan yakin bahwa anda bisa menghadapinya.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا …
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya …” (QS. Al-Baqarah : 286)

Sungguh maha besar Allah dengan segala firman-Nya. Permasalahan memang datang dengan kadar ukuran yang berbeda ketika menimpa diri setiap insan.

Akan tetapi, anda pun tidak perlu cemas dan khawatir, karena semua permasalahan yang datang menghampiri anda, memang sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan yang anda miliki.

Dimana selama proses berjuang untuk menuju impian, hendaknya anda bisa selalu menyalakan pikiran positif dalam menangani semua permasalahan yang ada, meskipun itu berat bagi anda. Alhasil, Anda pun bisa tetap yakin dan optimis bahwa anda bisa menghadapi permasalahan tersebut.


2. Selalu Ada Kemudahan Di Balik Kesulitan Yang Ada

Untuk menghadapi semua permasalahan yang ada, hendaknya anda bisa menghilangkan rasa putus asa dalam menghadapi permasalahan tersebut. Dimana setiap masa sulit yang menimpa anda, maka di situ pasti ada solusi dan kemudahan yang akan menghampiri jika anda selalu memiliki kiat untuk berusaha.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا () إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah (94): 5-6)

Dimana jika kita selalu menghindari kesulitan, maka tidak akan mendapatkan kemudahan. Dan jika menimpakan kesulitan atau masalah tersebut kepada orang lain, maka kemudahan itu akan didapat oleh orang lain tersebut.

Nah, dari situ pasti anda tidak ingin bukan..?, bahwa kemudahan yang sebenarnya itu milik anda, dimiliki oleh orang lain. Maka dari itu, hadapi semua permasalahan yang ada dengan berpikir positif, meskipun permasalahan tersebut berat rasanya bagi anda. Dan tetap yakinlah, Bahwa selalu ada kemudahan di balik masa sulit tersebut.


3. Anda Pun Bisa Berubah Untuk Menjadikan Diri Lebih Baik

Jika selalu mengeluh tentang diri anda yang kurang memiliki nasib seperti yang dimiliki oleh orang lain, maka itu tidak dibenarkan. Dan intinya, Bahwa anda pun bisa berubah untuk menjadi lebih baik jikalau anda mau berusaha untuk berubah.

… إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ …
“… sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga mereka mengubah diri mereka sendiri …” (QS Ar-Ra’d : 11)

Oleh karena itu selama rasa semangat dan usaha dalam diri ini terus ditumbuhkan, maka semua masalah tersebut bisa ditemukan sebuah solusi yang tepat dalam menghadapinya. Dan setidaknya anda juga bisa berusaha untuk melakukan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin.


4. Ada Hikmah Di Balik Suatu Hal Yang Tidak Disukai

Ketika menghadapi sesuatu hal yang tidak disukai, maka biasanya akan timbul rasa sedih, benci, marah, kecewa, yang pada akhirnya akan menimbulkan rasa putus asa. Padahal jika diperhatikan, bahwa ada hikmah dan kebaikan di balik suatu yang tidak disukai tersebut.

… وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“… boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui“ (QS. Al-Baqarah : 216)

Semisal : Jika kita tidak diterima kerja di sebuah perusahaan, maka terkadang rasa kecewa, benci, bingung, dan sejenisnya, akan kerap terlontar dalam benak pikiran dan hati. Padahal bisa jadi hal tersebut merupakan yang terbaik bagi diri anda.

Dan jika anda seandainya diterima kerja di perusahaan tersebut ada hal buruk yang terjadi pada diri anda saat itu. Oleh karena itu, janganlah putus asa dan selalu berbaiklah sangka dengan semua yang anda alami, dan terus semangat untuk berusaha mencari yang terbaik.


5. Selalu Takwa dan Tawakal Pada Sang Ilahi

Selalu bertakwa dan bertawakal kepada Sang ilahi ketika menghadapi masalah berat, memang bisa menjadi penenang hati yang gundah gelisah dan rasa putus asa. Sehingga dari situ anda bisa melakukan kedua akhlak mulia ini, guna memupuk rasa juang yang kuat untuk menghadapi semua permasalahan yang ada.

… وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا () وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“… barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Dia (Allah) akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia (Allah) telah menjadikan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

Dengan bertawakal dan bertakwa kepada Allah SWT, Maka ketika menghadapi permasalahan berat, Allah akan melapangkan jalan keluar dan datangnya rizki yang tak disangka. Memang hal demikian merupakan solusi yang tak tertandingi, dan perlu untuk selalu diterapkan dalam menjalani hidup sehari-hari.

Sumber: arbamedia.com
Read More
Istri yang Suka Ngomel Bikin Suami Cepat Mati, Ini Penjelasannya

Istri yang Suka Ngomel Bikin Suami Cepat Mati, Ini Penjelasannya

Istri yang Suka Ngomel Bikin Suami Cepat Mati, Ini Penjelasannya


FIQH AKTUAL | Anda suami yang punya istri bawel dan suka ngomel? mulai saat ini anda musti hati-hati karena sebuah penelitian mengungkapkan, istri yang suka ngomel dapat membuat suami mengalami gangguan jantung.

Gangguan jantung yang berujung pada kematian pada umumnya terjadi pada suami yang memiliki istri sangat cerewet dan senang mempersoalkan hal-hal remah dan membesar-besarkan masalah sepele.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Universitas Michigan yang meneliti tekanan darah pada para suami.

Dari penelitian itu diketahui salah satu penyebab tekanan darah tidak stabil dan memicu masalah pada sistem kardiovaskular adalah karena memiliki istri yang selalu marah-marah dan tidak bisa mengontrol emosinya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa suami yang memiliki sifat sensitif dan selalu menutupi keburukan istri ternyata memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga mudah terkena penyakit.

Hasil penelitian ini menegaskan kembali bahaya stres dan hubungannya dengan kesehatan jantung. Stres ternyata memiliki dampak jangka panjang dan memicu penyakit berbahaya seperti serangan jantung.

Penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan pemeriksaan laboratorium, tujuannya untuk mengetahui bagaimana stres mempengaruhi tekanan darah.

Hasilnya adalah, suami yang memiliki istri temperamental, emosional, cerewet dan suka ngomel cenderung memiliki masalah gangguan jantung yang berbahaya.

Sumber: ceritakitasemua7.blogspot.com
Read More
3 Waktu yang Paling Menakutkan Bagi Manusia

3 Waktu yang Paling Menakutkan Bagi Manusia

3 Waktu yang Paling Menakutkan Bagi Manusia


FIQH AKTUAL | Ada tiga fase yang harus kita lewati sebagai manusia, dimana fase-fase tersebut merupakan waktu yang sangat menakutkan. Dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 15 Allah SWT. Berfirman:

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا
Dan salam (keselamatan) atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.”

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah SWT. memberi salam kepada Nabi Yahya as. dan Nabi Isa as.  saat beliau dilahirkan, wafat dan dibangkitkan kembali pada hari kebangkitan.

Mengapa Allah SWT. memberikan salam pada ketiga waktu tersebut? karena pada ketika itulah saat-saat yang paling menakutkan bagi kehidupan manusia.

 
Yang Pertama Adalah Waktu Dimana Manusia Terlahir ke Muka Bumi

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda:  “Tidak ada seorang anak Adam yang lahir kecuali di pegang oleh setan ketika ia dilahirkan, sehingga ia berteriak menangis karena pegangan setan, kecuali maryam dan anaknya.”

Tentang hal serupa juga disampaikan oleh Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ad Darami, beliau berkata: “Tidak ada seorang anak yang lahir kecuali ia menangis, setan memegang perutnya hingga ia menangis kecuali Isa putra maryam.”

“Dunia itu penjaranya orang-orang mukmin dan Surganya orang kafir.” (HR. Muslim)

Lahirnya seorang bayi akan diawali dengan tangisan, kecuali Nabi Isa as., Itu salah satu bahwa mereka tahu bahwa dunia itu adalah penjara bagi mereka.


Yang Kedua Adalah Waktu Manusia Meninggal Dunia

Begitu sakitnya saat ruh terlepas dari jasad, begitu dahsyatnya sakaratul maut. Waktu yang sangat menakutkan ini pasti akan terlewati oleh kita. Kematian merupakan gerbang selanjutnya yang akan dilewati oleh setiap manusia yang hidup.

Dari Hasan Rasulullah SAW. menyebut kematian, kesusahan dan kepedihannya, lalu beliau bersabda: “Kematian itu kadarnya tiga ratus pukulan dengan pedang”.

Gambaran tentang sakaratul maut menurut Imam Al-Ghozali: “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi mampu berbicara sekejap saja, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) kepada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah itu, dan mulai menangisi diri kalian sendiri.”

Yang Ketiga Ialah Saat Manusia Dibangkitkan Hidup Kembali

Waktu yang paling menakutkan selanjutnya adalah saat manusia dihidupkan kembali dari alam kuburnya dan dikumpulkan di padang mahsyar. Disanalah segala perbuatan akan terlihat tanpa ada yang tertutupi sedikitpun.

Karena yang akan berbicara langsung anggota tubuhnya sebagai saksi. Tidak akan ada satupun yang dapat menolong ketika itu, kecuali amal shalih.

Selain ketiga fase tersebut memang ada waktu yang mengerikan bagi manusia, seperti saat dialam kubur. Bagi orang yang beriman, pertanyaan demi pertanyaan telah terjawab, maka ia akan merasakan seperti tidurnya orang yang sedang menunggu pagi.

Mereka tidak akan merasakan kepedihan adzab kubur. Namun, bagi orang yang ingkar kepada Allah SWT., maka ia akan merasakan pedihnya siksaan kubur dan menunggu waktu kiamat tiba akan sangat terasa lama karena dipenuhi dengan siksaan demi siksaan. Na’udzubillahi min dzalik.

Semoga Tiga Waktu Yang Paling Menakutkan Bagi Manusia ini dapat mengingatkan kepada kita tentang apa arti kehidupan yang sebenarnya. Sebagai hamba Allah SWT. kita diperintahkan untuk mengikuti segala aturan-Nya agar selamat dari segala siksaan-Nya. Semoga bermanfaat dan sekian terimakasih.

Sumber: catatanmuslimah.com
Read More
Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah


FIQH AKTUAL | Hasan al-Bashri berkata:
Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya: ”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”

Ia menjawab: “Iya benar”



Aku bertanya lagi: ”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”

Ia pun bercerita: ”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:

’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.

”Masya Allah…Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup.Biasanya Wanita (Istri) sering TERJEBAK pd KEINGINANnya tuk terlihat Cantik dgn Pakaian yg Serba Mahal.Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu.

Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan,keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa,kemakshiatan.CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL&BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.

[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan ].

Sumber: smstauhiid.com
Read More
Orang Ini Masuk Neraka Gara-gara Seekor Lalat

Orang Ini Masuk Neraka Gara-gara Seekor Lalat

Orang Ini Masuk Neraka Gara-gara Seekor Lalat


FIQH AKTUAL | Jauh-jauh hari Rasulullah saw telah mengingatkan kepada umatnya untuk menjauhi segala hal yang dapat menjerumuskannya kepada kesyirikan.

Hal ini dikarenakan kesyirikan merupakan salah satu perbuatan yang sangat dibenci dan dimurkai Allah. Karenanya diriwayatkan dari Jabir secara marfu’, bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ

Barang siapa bertemu Allah dalam keadaan tidak syirik sedikitpun kepada-Nya, maka dia masuk surga. Dan barang siapa bertemu Allah dalam keadaaan syirik kepada-Nya, maka ia masuk ke neraka”.
Dalam kesempatan lain Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Rasulullah saw telah menuturkan kepadaku empat kalimat:

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الْأَرْضِ

Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang, Allah yang menyembelih binatang dengan berniat bukan lillah (karena Allah), dan  Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan, serta Allah melaknat orang yang mengubah tanda batas tanah” .

Salah satu  peringatan keras yang diingatkan Rasulullah saw  dalam hadits ini ialah laknat Allah kepada orang yang menyembelih binatang dengan niat bukan karena-Nya.

Sehingga jika seseorang menyembelih karena selain Allah dan untuk bertaqarub kepadanya, maka haram hukumnya. Meskipun ia menyebut nama Allah pada saat penyembelihannya itu.

Imam An-Nawawi berkata, “Ini adalah perbuatan haram, dan tidak dihalalkan untuk melakukannya (menyembelihnya), entah pelakunya seorang muslim, nasrani atau yahudi. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Imam Syafi’i, dan disepakati oleh ulama madzhab kami. Sehingga jika dimaksudkan sebagai bentuk pengagungan dan peribadahan kepada selain Allah, maka ia telah kafir. Dan jika sebelumnya ia seorang muslim maka hal itu mengantarkannya kepada kemurtadan”

Lantas bagaimana jika mempersembahkan hewan kurban yang bukan sembelihan kepada selain-Nya?

Dalam hal ini Rasulullah saw telah mengisahkan kepada kita tentang seorang yang masuk surga lantaran seekor lalat, dalam hadits yang masyhur. Diriwayatkan dari Thariq bin Syihab, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

دَخَلَ الجَنَّة رَجُلٌ فِى ذُبَابٍ , وَدَخَلَ النّارَ رَجُلٌ فِى ذُبَابٍ .قالُوْا : وَكَيْفَ ذَالِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قالَ :  مَرَّ رَجُلاَََََََنِ عَلَى قَوْمٍ لَهُمْ صَنَمٌ لاَ يُجَا ِوزُهُ  أحَدٌ حَتَّى يُقََََََرِّبَ لَهُ شَيْئًا . فَقََالُوْا لِأحَََََدِهِمَا : قَرِّبْ ! . قَالَ : مَا عِنْدِى شَيْئٌ قَالُوْا : قَرِّبْ وَلَوْ   ذُبَا بًا . فَقََرَّبَ ذُبَا بًا فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُ , فَدَخَلَ النَّارَ . وَقَالُوْا لِلاََخَرِ : قَرِّبْ ! . قَالَ : مَا كُنْتُ لِأَقْرَبَ لِأحَدِ شَيْئًا دُوْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ . فَضَرَبُوْا عُنُقَهُ , فَدَخَلَ الْجَنََّةَ

Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada seseorang yang masuk neraka karena seekor lalat pula.” Maka para sahabat bertanya, “Bagaimana hal itu, ya Rasulullah ?”. Beliau menjawab, “Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, yang mana tidak seorang pun boleh  melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut, “Persembahkanlah kurban kepadanya ?”. Ia menjawab : “Aku tidak mempunyai Sesuatu yang dapat kupersembahkan kepadanya”. Mereka pun berkata kepadanya lagi, “Persembahkanlah kepadanya walaupun hanya seekor lalat”. Lalu orang tersebut mempersembahkan seekor lalat dan mereka pun memperkenankan untuk meneruskan perjalanannya. Maka ia masuk neraka karenanya. Kemudian berkatalah mereka kepada seorang yang lain, “Persembahkanlah kurban kepadanya ?” Dia menjawab, “Aku tidak patut untuk mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain Allah”. Kemudian mereka memenggal lehernya. Karenanya ia masuk surga ”.
Read More
Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya


FIQH AKTUAL | Nabi Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang menjadi penyampai pesan. Kedekatan beliau dengan Allah SWT tentu menjadi keistimewaan yang tidak ada bandingnya di dunia ini. Setiap kisah yang melibatkan Nabi akan sangat penting bagi pengikutnya.

Salah satunya adalah kisah berikut ini. Seorang yang istimewa karena jenazahnya mendapat perlindungan dari sayap malaikat. Orang ini tewas sewaktu terlibat perang melawan kaum musrikin. Bahkan, tubuhnya dicincang menjadi beberapa bagian oleh musuh. 

Namun ternyata, Ia mendapat keistimewaan tersendiri. Karena Rasulullah SAW mengabarkan jika jasadnya dilindungi oleh sayap malaikat. Siapakah orang ini? Mengapa dirinya begitu istimewa hingga malaikat pun melindungi jenazahnya. 

Syuhada yang jenazahnya dilindungi oleh sayap malaikat tersebut ternyata bernama Abdullah bin Amru bin Harram. Dirinya termasuk ke dalam golongan 70 orang yang turut serta dalam pembaiatan Rasulullah SAW di Aqobah Kedua. 

Tidak hanya itu, dirinya juga dipercaya menjadi salah satu ketua dari 12 ketua yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah tersebut. Abdullah bin Amru bin Harram juga pernah turut serta dalam perang Badar yang berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin. Ia tampil dengan gagah berani kala berada di medan perang. 

Namun takdir berkata lain, di perang Uhud pada tahun ke 3 hijriyah ia meninggal di medan perang. Sebelum pergi ke medan perang tersebut, ia berkata, "Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid diantara orang-orang muslim."

Dikisahkan pada suatu malam, Abdullah bin Amru bin Harram memanggil anaknya yang bernama Jabin bin Abdulllah. Dirinya berkata, “"Rasanya sayalah yang akan terbunuh diantara para sahabat dalam perang ini. Semoga saya orang pertama yang mati syahid. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai setelah Rasulullah SAW melainkan dirimu. Saya mempunyai hutang, maka kelak kalau saya wafat bayarlah hutangku dan berilah nasehat kepada saudaramu yang lain."

Pada keesokan harinya, umat Islam keluar dari rumah mereka untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. Dalam perang tersebut Rasulullah menjadi pemimpin perang yang sangat ulung. Namun, kaum muslimin mengalami kekalahan atas kaum Quraisy. 

Penyebab utamanya adalah para pemanah melanggar perintah dari Rasulullah SAW untuk tetap berjaga di tempat mereka. Karena ketidakpatuhan ini, akhirnya kaum Quraisy berhasil menggempur habis-habisan umat Islam. Abdullah bin Amru bin Harram termasuk satu di antara para syuhada yang gugur dalam perang ini. 

Menderita kekalahan, umat Islam pun mulai mengumpulkan pasukkan yang telah wafat setelah perang tersebut usai. Jabir pun turut serta mencari keberadaan si ayah dan menemukan orang yang dikasihinya tersebut sudah tidak bernyawa lagi. 

Abdullah bin Amru bin Harram gugur sebagai seorang Syuhada dalam perang tersebut. Rasulullah SAW juga turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tidak hanya itu, beliau juga merasa bangga kepada Abu Jabir hingga beliau bertakziah ke rumah keluarga Abdullah bin Amru bin Harram. 

Pada waktu Rasulullah SAW melihat Jabir dan keluarganya sedang menangis, kemudian beliau bersabda:

"Kalian menangis atau tidak menangis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya."

Setelah mendengar penuturan dari Rasulullah tersebut, Jabir dan keluarga Abdullah bin Amru bin Harram menjadi pasrah dan ikhlas atas sepeninggalan orang yang mereka cintai tersebut. Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah SWT berbicara dengan ayahmu secara langsung."

Rasulullah SAW juga pernah bercerita bahwa ayah Jabir ini memiliki keinginan yang kuat untuk berjuang di jalan Allah SWT. Abdullah bin Amru pernah berdoa,

"Ya Allah, berikanlah keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku."

Setelah itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengubur jenazah Abdullah bin Amru bin Harram di kuburan Baqi bersama Amru bin Al-Jumuh dalam satu liang. Hal ini dikarenakan mereka berdua merupakan teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah SWT. 

Demikianlah kisah mengenai jenazah syuhada yang dilindungi oleh sayap malaikat. Ternyata syuhada tersebut adalah Abdullah bin Amru bin Harram. Maka patutlah beliau mendapatkan keistimewaan yang demikian karena senantisa berjuang di jalan Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya.
Read More
Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

FIQH AKTUAL | Siapa yang menyangka, ternyata karena sebutir buah kurma seseorang harus menanggung dosa. Bukan dikalangan manusia biasa, hal ini justru dialami oleh Nabi. Adalah Nabi Ibrahim, meski bergelar Bapak para Nabi, tak lantas mendapat kompensasi dari sang Pencipta. 

Ia tetap berdosa karena sebutir kurma. Bahkan, yang dilakukannya adalah tindakan tidak sengaja. Namun dosa tetap lah dosa, tidak peduli siapa pelakunya. Ia tetap akan menerima akibatnya. Doa yang selalu mustajab ditolak selama empat bulan lamanya.


Nabi Ibahim bergegas mencari akar permasalahan. Caranya adalah dengan mengunjugi si pemilik kurma yang tidak sengaja diambilnya dengan meminta maaf dan membayarnya. Namun celaka, sang pemilik kurma tersebut sudah meninggal. Bagaimana kisah selengkapnya?

Dalam bukunya Tazkirat-Ul Auliya dan dalam Buku Masnawi Karya Sufi Jalaluddin Rumi, kisah ini terjadi ketika Nabi Ibrahim as selesai melaksanakan ibadah haji. Beliau kemudian berencana untuk berziarah ke Masjidil Aqsha. Untuk membekali diri sepanjang perjalanan, sang Nabi kemudian membeli satu kilo kurma kepada seorang pedangan di wilayah Masjidil Haram.

Setelah mengetahui kurmanya sudah dibungkus, Nabi Ibrahim melihat ada satu butir kurma yang jatuh dekat dengan timbangan. Merasa itu adalah kurma miliknya, sang Nabi kemudian memakan kurma tersebut. Tanpa berdosa dan tanpa merasa bersalah, mengingat kurma tersebut bagian yang terjatuh, maka Nabi pun melanjutkan kehidupannya seperti biasa.

Empat bulan setelah kejadian tersebut, Nabi Ibrahim baru tiba di Al Aqsa. Sesampainya disana, beliau mencari lokasi yang hening agar khusus dalam berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. Ternyata dalam keheningannya, Ia justru mendengar dua malaikat bercerita tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi. 

Mendengar hal itu, Nabi kaget bukan kepalang. Dari percakapan tersebut, bisa jadi selama empat bulan semua ibadahnya tidak diterima Allah. Hal ini hanya karena sebutir kurma. Menyesali tindakannya akhirnya Nabi Ibrahim berencana kembali ke Masjidil Haram untuk menemui sang penjual dan meminta maaf. 

Namunu celaka, karena sang penjual ternyata sudah meninggal dunia. Ditempat pedagaagang kurma yang pernah dibelinya tersebut dijaga oleh seorang anak muda. Ternyata Ia adalah anak sang penjual. 

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya Ibrahim. 

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. 

Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”. 

“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.” 

Ya Allah, perkara yang biasa kita sepelekan ini ternyata berdampak panjang. Namun Nabi Ibrahim tidak patah arang. Ampunan Allah lebih penting dibanding rasa letih dan malas untuk mencari kesebelas orang tersebut. 

“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.” 

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.  Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. 

“Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.” 

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Selama ini pikiran kita hanya yang jelas haram baru berbuah dosa. Ternyata, jangankan yang haram, secuil syubhat pun sudah cukup membuktikan, siapa yang akan menjadi penghuni surga dan neraka itu.

Read More
Empat Penyesalan Orang Kafir di Akhirat Kelak

Empat Penyesalan Orang Kafir di Akhirat Kelak

Empat Penyesalan Orang Kafir di Akhirat Kelak


FIQH AKTUAL | ALLAH SWT telah mengutus Nabi dan Rasul untuk membawa manusia kejalan yang benar, tetapi ada sebagian manusia yang tidak menanggapinya yaitu orang kafir. Dan ternyata ada empat penyesalan orang kafir di akhirat kelak karena mereka tidak menanggapi ajakan Nabi dan Rasul yang diutus Allah SWT, bahkan mereka membenci umat muslim yang mencoba meluruskan jalan mereka. Apa sajakah penyesalan mereka?
Selama hidup di dunia, orang kafir memiliki hidup yang baik karena sifat pengasih Allah SWT kepada semua makhluk-Nya. Bahkan banyak orang kafir yang hidup dengan kemewahan harta di dunia dan mereka menyombongkannya kepada kaum muslim. Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menyebarkan kebaikan dan menasihati kaum kafir untuk kembali dalam ajaran Islam sebagai rahmat di dunia dan akhirat.

Jika kita telah menunaikan kewajiban untuk membawa kaum kafir ke dalam ajaran yang mulia dan hasilnya negatif, maka sebaiknya kita mendoakan mereka agar mendapat hidayah dari Allah SWT. Selain itu kita juga harus selalu meminta perlindungan Allah SWT dari segala bentuk kekafiran yang dapat mengancam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam Alquran telah dituliskan dengan jelas bahwa kelak orang kafir akan mengalami penyesalan yang luar biasa di akhirat. Hal ini telah tertulis dalam Alquran yaitu QS. Al-Hijr ayat 48. Berikut adalah empat penyesalan orang kafir di alam kubur dan di akhirat:

1. Menyesal tidak menerima dakwah seorang muslim
Melihat kenikmatan yang Allah berikan kepada kaum muslim di akhirat membuat kaum kafir merasa menyesal karena selama di dunia mereka tidak menerima dakwah seorang muslim bahkan mereka membencinya serta menghinanya.

2. Menyesal tidak beriman kepada Allah SWT sewaktu di dunia
Allah SWT telah menjanjikan balasan setiap amal perbuatan yang dilakukan manusia selama di dunia. Balasan bagi seorang muslim yang beriman dan bertakwa kepada-Nya adalah surga beserta kenikmatannya. Melihat semua kenikmatan yang diperoleh kaum muslim di akhirat membuat orang kafir merasa menyesal karena telah mengabaikan ajakan kaum muslim untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Kaum kafir berkhayal jika seandainya mereka dikembalikan di dunia, maka mereka akan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Bahkan, mereka akan berupaya menjadi pribadi yang saleh dan tidak mengingkari ajaran Allah SWT hingga kematian mendatanginya. Penyesalan manusia setelah mati ini tercantum dalam QS. Al-Munafiqun ayat 10.

3. Berandai-andai diciptakan menjadi tanah
Siksaan yang Allah SWT berikan kepada kaum kafir sangat pedih, sehingga mereka berandai-andai alangkah bahagianya jika Allah SWT menciptakan mereka menjadi tanah saja karena akan terhindar dari siksaan yang amat pedih. Orang-orang kafir lebih memilih diciptakan menjadi tanah daripada menjadi manusia yang tidak mengikuti ajaran Allah SWT karena menjadi tanah akan selamat dari siksaan api neraka yang amat dahsyat. Hal ini tertulis dengan jelas dalam QS. An-Naba ayat 40.

4. Menawar siksaan neraka dengan keluarga mereka
Pedihnya siksa neraka yang diterima kaum kafir membuat mereka putus asa, sehingga mereka memberikan penawaran yaitu ingin menukar pedihnya siksa neraka yang mereka terima dengan anak, istri, bahkan kekayaan yang mereka miliki selama di dunia. Hal ini tertulis dengan jelas dalam QS. Al-Maarij ayat 11-14, namun semua itu sia-sia belaka.
Demikian empat penyesalan orang kafir di akhirat kelak setelah melihat kenikmatan surga yang Allah SWT berikan kepada umat Islam dan pedihnya siksaan yang Allah SWT berikan kepada orang kafir.[Jalantauhid/Kumpulanmisteri.com]
Read More
Perempuan Ahli Neraka karena Satu Sifat Bahaya ini

Perempuan Ahli Neraka karena Satu Sifat Bahaya ini

Perempuan Ahli Neraka karena Satu Sifat Bahaya ini


FIQH AKTUAL | PEREMPUAN yang kufur nikmat bukanlah perempuan yang akan memasuki surga-Nya Allah. Perempuan semacam ini yang disebutkan dalam salah satu hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Asma' binti Yazid.

Dari Asma' binti Yazid Al-Anshariyyah radhiallahu anha: Ketika aku sedang duduk bersama orang-orang sebayaku, Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam lewat dan mengucapkan salam kepada kami. Kemudian, beliau bersabda, "Waspadalah kalian, jangan mengingkari orang-orang yang telah memberi kenikmatan."

Di antara mereka, akulah yang paling berani untuk bertanya kepada beliau. Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan pengingkaran terhadap orang-orang yang telah memberikan kenikmatan?"

Beliau menjawab, "Bisa jadi seseorang dari kalian lama menjanda, lalu Allah menganugerahinya suami dan memberinya anak, tetapi ia sangat marah dan mengingkari nikmat. Ia berkata, 'Aku tidak mendapatkan satu kebaikan pun darimu'." (HR Al-Bukhari dan Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kaum perempuan untuk mengingat kebaikan Allah yang diberikan melalui perantara suami. Jangan menjadi perempuan yang kufur nikmat dengan meniadakan jerih payah suami apalagi disertai dengan kebencian dan kemarahan.
Tidak pantas bagi seorang perempuan beriman menuntut hal yang memberatkan suaminya, pupuklah kesabaran dan kelapangan hati mendampingi suami di kala lapang maupun sempit. Bukankah suami yang rela bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan nafkah yang halal?

Bantulah suami kita untuk menghidupi keluarga dengan segala sesuatu yang halal demi mencapai ridho Allah Ta'ala. Doakan ia agar senantiasa dalam lindungan Allah. Yakinlah bahwa rezeki dan karunia tak akan pernah tertukar, tugas kita hanyalah bersabar dan bersyukur hingga Allah melipatgandakan kenikmatan-Nya. (DOS)
Read More