Cara Cerdas Saat Berkomunikasi dengan Suami

Advertisement
Cara Cerdas Saat Berkomunikasi dengan Suami


FIQH AKTUAL | Berkomunikasi dengan pasangan tidak selalu mudah. Kondisi pasangan yang lelah, lingkungan yang tak mendukung dan kesalahpahaman sering kali menjadi pemicu pertengkaran rumah tangga. 

Pakar perkawinan, Sharon Rivkin, MA, MFT dalam bukunya 'Breaking the Argument Cycle' menulis, cara berkomunikasi yang baik tanpa melibatkan perdebatan dengan pasanga. Seperti yang dikutip dari sheknows, berikut cara cerdas saat berkomunikasi dengan suami.

1. Mendengar Tanpa Interupsi
Hal ini lebih sulit dari yang Anda pikirkan. "Kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan mendengar yang baik, dan salah satu kata yang terlontar bisa membuat seseorang mengambil alih pembicaraan, lalu bercerita tentang diri mereka," ujar Rivkin. Jika Anda adalah salah satunya, cobalah untuk menghitung sampai lima jika ingin meyelak pembicaraan suami, dan biarkan pasangan berbicara sampai selesai.

2. Gunakan kata "Saya"
Ketimbang Anda menggunakan kalimat yang menyudutkan pasangan, lebih baik gunakan kata 'Saya' dan membicarakan apa yang Anda rasakan. Dengan begitu, ia tidak akan merasa harus membela diri dan memperkecil risiko terjadinya kesalahpahaman. Namun hindari terlalu fokus pada kata 'Saya' agar pasangan tidak merasa bahwa Anda orang yang egois, karena itu padukan kata 'saya' dengan kalimat pertanyaan, "Bagaimana dengan kamu?"

3. Jangan Serang Pasangan Anda
Saat emosi memuncak, yang biasanya Anda lakukan adalah berbicara dengan pasangan sambil menggunakan kata-kata 'menyerang'. Walaupun bisa bantu luapkan emosi, kebiasaan ini justru bisa memperkeruh suasana. Anda akan terus menyalahkan pasangan, dan si dia pun akan membela dirinya. Oleh karena itu, kontrolah emosi Anda.

4. Katakan Apa yang Anda Pikirkan
Anda bertanggung jawab untuk mengatakan segala hal yang dirasakan dan dipikirkan terhadap pasangan. Suami tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran. Sikap menutup-nutupi hanya membuat Anda tersiksan, dan suami tak mengerti apa yang terjadi. Oleh karena itu, hindari menyembunyikan perasaan kepada pasangan, bersikaplah terbuka dan jujur.

5. Bersikaplah Adil
Rivkin menyarankan agar Anda menhindari sikap mempermalukan, menyalahkan atau selalu merasa benar. "Hal-hal tersebut merupakan hambatan besar untuk membuat komunikasi yang baik dan saya jamin akan ada rasa benci, kemarahan dan frustrasi dalam hubungan jika hal itu terjadi," katanya. Sebaliknya, jika saatnya bergiliran berbicara, dan Anda merasa tidak setuju, ajukanlah pertanyaan dan berdiskusilah jika dianggap perlu. Hal tersebut lebih baik dilakukan daripada Anda harus memaki dan kemudian menyesal.