Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya


FIQH AKTUAL | Nabi Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang menjadi penyampai pesan. Kedekatan beliau dengan Allah SWT tentu menjadi keistimewaan yang tidak ada bandingnya di dunia ini. Setiap kisah yang melibatkan Nabi akan sangat penting bagi pengikutnya.

Salah satunya adalah kisah berikut ini. Seorang yang istimewa karena jenazahnya mendapat perlindungan dari sayap malaikat. Orang ini tewas sewaktu terlibat perang melawan kaum musrikin. Bahkan, tubuhnya dicincang menjadi beberapa bagian oleh musuh. 

Namun ternyata, Ia mendapat keistimewaan tersendiri. Karena Rasulullah SAW mengabarkan jika jasadnya dilindungi oleh sayap malaikat. Siapakah orang ini? Mengapa dirinya begitu istimewa hingga malaikat pun melindungi jenazahnya. 

Syuhada yang jenazahnya dilindungi oleh sayap malaikat tersebut ternyata bernama Abdullah bin Amru bin Harram. Dirinya termasuk ke dalam golongan 70 orang yang turut serta dalam pembaiatan Rasulullah SAW di Aqobah Kedua. 

Tidak hanya itu, dirinya juga dipercaya menjadi salah satu ketua dari 12 ketua yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah tersebut. Abdullah bin Amru bin Harram juga pernah turut serta dalam perang Badar yang berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin. Ia tampil dengan gagah berani kala berada di medan perang. 

Namun takdir berkata lain, di perang Uhud pada tahun ke 3 hijriyah ia meninggal di medan perang. Sebelum pergi ke medan perang tersebut, ia berkata, "Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid diantara orang-orang muslim."

Dikisahkan pada suatu malam, Abdullah bin Amru bin Harram memanggil anaknya yang bernama Jabin bin Abdulllah. Dirinya berkata, “"Rasanya sayalah yang akan terbunuh diantara para sahabat dalam perang ini. Semoga saya orang pertama yang mati syahid. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai setelah Rasulullah SAW melainkan dirimu. Saya mempunyai hutang, maka kelak kalau saya wafat bayarlah hutangku dan berilah nasehat kepada saudaramu yang lain."

Pada keesokan harinya, umat Islam keluar dari rumah mereka untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. Dalam perang tersebut Rasulullah menjadi pemimpin perang yang sangat ulung. Namun, kaum muslimin mengalami kekalahan atas kaum Quraisy. 

Penyebab utamanya adalah para pemanah melanggar perintah dari Rasulullah SAW untuk tetap berjaga di tempat mereka. Karena ketidakpatuhan ini, akhirnya kaum Quraisy berhasil menggempur habis-habisan umat Islam. Abdullah bin Amru bin Harram termasuk satu di antara para syuhada yang gugur dalam perang ini. 

Menderita kekalahan, umat Islam pun mulai mengumpulkan pasukkan yang telah wafat setelah perang tersebut usai. Jabir pun turut serta mencari keberadaan si ayah dan menemukan orang yang dikasihinya tersebut sudah tidak bernyawa lagi. 

Abdullah bin Amru bin Harram gugur sebagai seorang Syuhada dalam perang tersebut. Rasulullah SAW juga turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tidak hanya itu, beliau juga merasa bangga kepada Abu Jabir hingga beliau bertakziah ke rumah keluarga Abdullah bin Amru bin Harram. 

Pada waktu Rasulullah SAW melihat Jabir dan keluarganya sedang menangis, kemudian beliau bersabda:

"Kalian menangis atau tidak menangis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya."

Setelah mendengar penuturan dari Rasulullah tersebut, Jabir dan keluarga Abdullah bin Amru bin Harram menjadi pasrah dan ikhlas atas sepeninggalan orang yang mereka cintai tersebut. Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah SWT berbicara dengan ayahmu secara langsung."

Rasulullah SAW juga pernah bercerita bahwa ayah Jabir ini memiliki keinginan yang kuat untuk berjuang di jalan Allah SWT. Abdullah bin Amru pernah berdoa,

"Ya Allah, berikanlah keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku."

Setelah itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengubur jenazah Abdullah bin Amru bin Harram di kuburan Baqi bersama Amru bin Al-Jumuh dalam satu liang. Hal ini dikarenakan mereka berdua merupakan teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah SWT. 

Demikianlah kisah mengenai jenazah syuhada yang dilindungi oleh sayap malaikat. Ternyata syuhada tersebut adalah Abdullah bin Amru bin Harram. Maka patutlah beliau mendapatkan keistimewaan yang demikian karena senantisa berjuang di jalan Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya.
Read More
Kisah Wanita yang Rela Mencongkel Kedua Mata Untuk Suami

Kisah Wanita yang Rela Mencongkel Kedua Mata Untuk Suami

Kisah Wanita yang Rela Mencongkel Kedua Mata Untuk Suami


FIQH AKTUAL | Sebuah riwayat dari Bakran binti ‘Uqbah menjelaskan bahwa suatu ketika ia bertemu dengan ‘Aisyah Ra saat sedang duduk dan mengenakan pakaian yang berias berbagai warna, kemudian ia pun bertanya pada Aisyah mengenai hal tersebut. Aisyah pun menjawab bahwa ia adalah pohon yang harum dan air suci. Ia bertanya lagi mengenai hafaa’, ia juga mengatakan pada Aisyah bahwa jika Aisyah mempunyai suami dan ia mampu mencongkel kedua bola matanya, kemudian menaruhnya di suatu tempat yang lebih baik dibanding sebelumnya untuk menarik suaminya, maka lakukanlah.

Kisah di atas menunjukkan pemahaman dari Aisyah mengenai kewajibannya tampil cantik dan bersolek di hadapan suami. Mempercantik diri atau berhias dapat membuat para istri lebih dekat dan dicintai oleh sang suami. Tentunya, hal ini tidak dapat dipisahkan dari didikan manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW, tak heran jika Aisyah memahami benar apa kewajibannya terhadap suami.

Mencongkel mata ini hanya sebuah istilah yang mengartikan bahwa sebagai seorang wanita, kita tidak boleh berias diri untuk orang lain, melainkan hanya sang suami yang sudah memiliki hak atas diri kita dan kecantikan kita sebagai istri.

Sebagai wanita, pastinya kecantikan menjadi perhatian sendiri untuk menambah rasa percaya diri. Tak jarang, diantara mereka yang melakukan perubahan bentuk wajah atau badan melalui operasi dan lain sebagainya. Mereka hanya ingin tampil cantik di depan orang lain. Padahal, jelas Islam melarang perbuatan ini. Allah adalah sebaik-baik Pencipta sehingga apa yang ada pada diri kita adalah ciptaan Allah yang terbaik sehingga tidak perlu rendah diri. Kita harus lebih bersyukur atas apa yang diberikan Allah. Belum tentu apa yang kita miliki juga dimiliki orang lain.

Wanita muslimah dilarang untuk berias diri untuk orang lain karena hal ini dapat menimbulkan madharat. Seorang wanita hanya diperbolehkan untuk merias diri di hadapan suami, bahkan hal tersebut menjadi anjuran karena termasuk menyenangkan suami. Demikian juga dengan isi dari hadits yang mengatakan bahwa cerita mencongkel kedua mata untuk suami ini berarti bahwa wanita hanya diperbolehkan mempercantik diri atau berdandan untuk menyenangkan suami. Dari hadits tersebut, maka sudah jelas jika bersolek di hadapan orang lain yang bukan muhrim dapat menimbulkan madharat.

Namun, pada kenyataannya malah terbalik. Pastinya kita sering menemui fenomena seorang wanita yang hanya menggunakan daster, bahkan pakaian lusuh dan sobek saat berada di rumah. Justru, ia akan berdandan ketika hendak keluar rumah dan mengikuti suatu acara. Wanita seperti ini berarti ia tidak memahami bagaimana kewajibannya terhadap suami. Padahal, saat di rumah, suami pasti ingin melihat sang istri tampil cantik, menawan dan wangi. Oleh karena itu, kita harus bisa meluruskan fenomena ini mulai dari diri kita sendiri.

Setelah mengetahui hadits tersebut, maka kita seharusnya sudah mulai mengamalkan hal tersebut. Berdandan saat keluar rumah dapat menimbulkan hasrat dari laki-laki lain dan dapat menyebabkan hal-hal buruk, seperti selingkuh. Salah satu penyebab dari perselingkuhan karena sang istri yang berdandan di luar rumah sehingga menarik perhatian laki-laki lain. Padahal dalam Islam sendiri, seorang wanita dianjurkan untuk menundukkan pandangan saat berjalan di luar rumah agar tidak menimbulkan fitnah. Demikian hikmah dibalik kisah mencongkel kedua mata untuk suami.
Read More
Seorang Ayah Bertaubat Karena Anaknya yang Bisu dan Tuli

Seorang Ayah Bertaubat Karena Anaknya yang Bisu dan Tuli

Seorang Ayah Bertaubat Karena Anaknya yang Bisu dan Tuli


FIQH AKTUAL | Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga kita harus bisa menerima segala anugerah terindah yang telah diberikan oleh Allah dan bersyukur atas nikmatnya. Kisah ini menceritakan seseorang yang berusia 37 tahun. Setelah menikah, ia memiliki beberapa anak. Ia adalah orang yang sering lalai, sering berbuat dosa, jarang menunaikan sholat kecuali diwaktu tertentu atau saat dilihat orang saja. Hal ini dikarenakan, ia lebih banyak akrab dengan orang jahat dan dukun sehingga setan selalu menemaninya dalam berbagai kesempatan.

Ia memiliki anak laki-laki yang berusia 7 tahun bernama Marwan. Ia tuli dan bisu. Ibu yang mendidiknya adalah perempuan yang kuat imannya. Suatu ketika setelah adzan maghrib, ia tiba di rumah dengan anaknya, Marwan. Saat ia sedang merencanakan tempat berkumpul dengan teman-teman nanti malam, tiba-tiba ia dikejutkan dengan anaknya yang mengajak bicara dengan bahasa isyarat, yang artinya mengapa ayahnya tidak sholat. Ia pun menunjukkan tangannya ke atas yang berarti bahwa Allah berada di atas dan melihat mereka.

Marwan sering melihat ayahnya berbuat dosa dan sang anak pun selalu mengingatkannya akan keberadaan Allah. Tak jarang, anak itu menangis dan kemudian sang ayah merangkulnya tapi ia justru berlari dari pelukannya.

Tidak berapa lama, ia pergi untuk berwudhu dan melakukan sholat. Meskipun wudhunya belum sempurna, tapi ia belajar ajaran agama Islam dari ibunya yang merupakan penghafal Al-Qur’an. Sang anak selalu menasihatinya tapi belum juga memberikan faedah pada sang ayah.

Sebelum sholat, Marwan pun memberikan isyarat pada sang ayah untuk menunggu sebentar. Setelah itu, Marwan datang dengan Al-Qur’an dan membukakan salah satu ayat serta menunjuknya agar dibaca oleh sang ayah. Ayat tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya ia khawatir jika ayahnya akan ditimpa adzab dari Allah maka ia akan dijadikan teman bagi setan. Marwan menambahkan dengan bahasa isyarat yang meminta ayah untuk sholat sebelum ia ditanam dalam kubur dan sebelum tiba adzab.

Saat itulah, sang ayah merasakan ketakutan yang luar biasa dan ia pun menyalakan semua lampu di dalam rumahnya. Kemudian, Marwan mengatakan agar ayahnya meninggalkan lampu-lampu itu dan pergi untuk sholat. Marwan meminta agar mereka berdua sholat di masjid Nabawi. Akhirnya, sang ayah pun menyetujui hal tersebut.

Di dalam sholat, imam masjid itu membacakan firman Allah yang menjelaskan bahwa kita dilarang untuk mengikuti langkah setan karena setan akan menyuruh kita melakukan perbuatan keji. Tanpa karunia Allah, tidak akan ada orang yang bersih, tapi Allah mengampuni siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Mendengar ayat tersebut, sang ayah pun tidak bisa menahan tangis dan Marwan juga ikut menangis. Ketika sholat, Marwan mengeluarkan tisu dari sakunya dan mengusap air mata sang ayah. Hingga selesai sholat, sang ayah pun masih menangis, meskipun sudah ditenangkan oleh sang anak.

Sejak saat itulah, sang ayah merasakan bahwa ia telah terlahir kembali. Mereka pun pulang dan menceritakan peristiwa itu pada sang istri. Betapa senangnya sang istri mendengar bahwa suaminya telah bertaubat. Ia meminta agar suaminya bersyukur atas hidayah yang telah diberikan oleh Allah. Sungguh, malam itu menjadi malan terindah bagi sang ayah karena ia merasakan kesejahteraan dan kedamaian di dalam hati. Demikian kisah nyata: Seorang ayah bertaubat karna anaknya yang bisu dan tuli.
Read More
Amalan Doa Surat Al-Kautsar Untuk Lunas Hutang Rezeki Lancar

Amalan Doa Surat Al-Kautsar Untuk Lunas Hutang Rezeki Lancar

Amalan Doa Surat Al-Kautsar Untuk Lunas Hutang Rezeki Lancar


FIQH AKTUAL | Allah telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yang berisikan segala petunjuk umat manusia sebagai hamba Allah. Oleh karena itu, kita bisa mengamalkan ayat-ayat di dalam Al-Qur’an. Manusia memiliki kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, seperti papan, sandang dan pangan. Ketiga kebutuhan itu haruslah terpenuhi untuk kelangsungan hidup yang baik. Namun, tidak semua orang dapat memenuhi kebutuhan yang paling dasar ini. Mereka kesulitan mendapatkan uang untuk sekedar membeli makanan. Hal ini membuat mereka harus meminjam ke sana kemari untuk bertahan hidup. Karena keadaan yang kekurangan membuat mereka tidak kunjung melunasi hutang tapi justru menambah hutang.

Bahkan, hutang tidak hanya dimiliki oleh orang miskin saja, tapi juga orang kaya. Hutang mereka pun justru lebih banyak. Hanya saja hutang mereka tidak untuk bertahan hidup melainkan untuk menambah fasilitas hidup, seperti kredit mobil, motor, rumah dan lain sebagainya. Namun, tak usah khawatir karena Allah pasti akan membantu Anda di setiap kesulitan yang ada. Apabila kita bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa maka Allah akan mendatangkan bantuannya.

Islam memiliki banyak amalan yang bisa dilakukan, salah satunya adalah doa wirid surat Al-Kautsar agar rezeki semakin lancar dan hutang-hutang bisa lunas. Bagi Anda yang ingin rezekinya diperlancar dan dimudahkan dalam melunasi hutang maka perbanyaklah amalan ini. Berdoa dan usaha harus tetap dilakukan agar membuahkan hasil. Percayalah bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan rezeki dan Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.

Terdapat banyak sekali amalan-amalan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an yang dapat kita lakukan setiap hari. Dengan mengamalkannya maka akan mendatangkan manfaat dan khasiat di dalam hidup kita jika amalan tersebut dilakukan dengan hati yang ikhlas dan tulus hanya karena Allah sebagai permohonan tolong. Salah satu amalan yang dapat mendatangkan pertolongan Allah adalah amalan wirid Al-Kautsar agar bebas dari hutang dan melancarkan rezeki, inilah manfaat surat al Kautsar.

Bacalah surat Al-Kautsar yang berbunyi “Innaa a’thoynaa kaal kawtsar fa sholli lirab bika wainhar Inna syaani-aka huwa al-abtar”.

Cara untuk mengamalkan isi dari surat tersebut adalah dengan dua cara, yakni:

1. Membaca surat ini sebanyak 313 kali setelah sholat fardhu sebagai wirid dengan cara beristiqomah dan ikhlas

2. Usahakan setiap hari Jumat pagi untuk beramal kepada anak yatim semampunya dan dengan hati yang ikhlas

Berdasarkan amalan rezeki tak terduga di atas, maka kita diajarkan untuk beribadah secara ikhlas dan hati yang tulus. Setiap surat di dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan masing-masing sehingga bisa diamalkan sebagai amalan setiap hari. Seperti yang kita tahu bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci untuk umat muslim yang dijadikan sebagai petunjuk atau pedoman hidup. Apa yang kita lakukan atau katakan harus sesuai dengan ajaran Islam yang ada di dalam kitab suci tersebut. Semua perintah dan larangan Allah sudah dituliskan di dalamnya sehingga kita bisa memahami ajaran Islam jika kita juga memahami isi Al-Qur’an.

Tidak mudah bagi kita untuk memahami maksud dari ayat-ayat di dalamnya sehingga kita membutuhkan hadits untuk menunjang pemahaman kita. Jika kita sudah paham dengan maksud suatu ayat maka sudah seharusnya kita mengamalkannya seperti amalan doa surat Al Kautsar untuk lunasi hutang dan memperlancar rezeki.
Read More
Inilah Tanda Tanda Datangnya Rejeki Besar

Inilah Tanda Tanda Datangnya Rejeki Besar

Inilah Tanda Tanda Datangnya Rejeki Besar


FIQH AKTUAL | Setiap orang memiliki rezeki masing-masing sesuai dengan ketetapan Allah sehingga kita tidak perlu iri terhadap rezeki yang didapatkan oleh orang lain. Semakin kita bersyukur atas nikmat Allah maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih. Pembahasan mengenai rezeki besar ini tidak dapat dipisahkan dengan rezeki seret. Rezeki seret dijelaskan dalam sebuah riwayat yang mengatakan bahwa sesungguhnya rezeki yang terhalang pada seseorang dapat disebabkan karena dosa yang telah dilakukannya.

Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosa seseorang dengan berbagai sebab tertentu, setelah dosa tersebut dihapuskan maka Allah akan memberikan ridho dan cinta pada hamba-Nya. Dari sinilah rezeki akan mulai datang dari arah yang tidak terduga-duga dan menjadi tanda tanda datangnya rezeki.

Sebuah riwayat menjelaskan bahwa tidak ada seorang hamba yang terkena rasa sakit, kepayahan atau kelelahan, terkena kesusahan atau kesedihan hingga duri itu menusuk pada tubuhnya kecuali jika Allah membersihkan dosa-dosanya.

Perbuatan menipu, memaki, memfitnah, membuat stigma negatif, mendzalimi, mencerca, buruk sangka, dan beberapa tuduhan jahat lain karena tidak dapat kalah bersaing. Ketika kita didzalimi oleh orang lain maka disitulah dosa-dosa kita berkurang. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati pada orang yang telah kita dzalimi karena dosanya sangatlah mustajab dan jika mereka mendoakan hal-hal buruk pada diri kita maka Allah akan mengabulkan doanya. Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku agar tidak menyakiti orang lain.

Dalam sebuah riwayat diperintahkan bagi kita untuk takut pada doa orang yang terdzalimi karena tiada satu penghalang pun antara doa orang tersebut dengan Allah. Tidak ada balasan atau hukuman yang akan menimpa pada orang yang berbuat dzalim melainkan sesuai dengan apa yang dilakukannya menjadi penghambat datangnya rezeki.

Suatu riwayat menjelaskan mengenai pertanyaan siapakah orang yang bangkrut, kemudian dijawab bahwa orang yang bangkrut pada kaum kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan tidak juga mempunyai harta ataupun barang. Setelah itu, Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya orang yang bakrut dari umat muslim adalah mereka yang datang pada hari kiamat tanpa membawa pahala shalat, puasa maupun zakat. Tapi, mereka datang dengan membawa dosa atas kedzalimannya. Ia pernah mencela orang lain, menuduh tanpa adanya bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang itu. Untuk menebus kedzaliman yang telah dilakukan maka Allah akan memberikan kebaikannya pada orang yang telah didzalimi. Apabila kebaikan telah habis di bagikan pada orang yang didzaliminya sedangkan semua kedzlimannya belum ditebus maka tinggallah kesalahan atau kejelakan yang dimilikinya sehingga ia akan dicampakkan dalam neraka..

Berdasarkan penjelasan di atas, kita tahu bahwa keberkahan rezeki tidak akan datang pada mereka yang sering berbuat maksiat. Ketika kita masih memiliki dosa maka keberkahan rezeki tidak akan kita dapatkan, meskipun rezeki kita banyak tapi belum tentu semua itu mengandung keberkahan. Namun, Allah akan memberikan rezeki yang begitu luar biasa pada mereka yang sudah dihapuskan dosa-dosanya. Penghapusan dosa ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya menjadi korban kedzalima orang lain, inilah tanda tanda datangnya rejeki besar. Ketika kita didzalimi orang lain maka ketika perhitungan amal, amal baik orang yang mendzalimi kita akan diberikan pada kita sehingga amal baik kita akan terus bertambah, sedangkan mereka yang berbuat dzalim hanya tersisa keburukan saja.
Read More
Tak Ada Perempuan Yang Benar-Benar Kuat, Yang Ada Hanya Pura-Pura Kuat Dan Tegar....

Tak Ada Perempuan Yang Benar-Benar Kuat, Yang Ada Hanya Pura-Pura Kuat Dan Tegar....

Tak Ada Perempuan Yang Benar-Benar Kuat, Yang Ada Hanya Pura-Pura Kuat Dan Tegar....


FIQH AKTUAL | Begitulah seorang perempuan yang Pada dasarnya ia memang memiliki hati yang begitu lembut, sosok yang begitu perasa, ketika ia terlihat kuat dan tegar bukan berarti ia benar-benar kuat dan tegar.
Akan tetapi ia selalu berusaha agar menjadi perempuan yang kuat dan tegar meski dengan cara berpura-pura, karena dengan cara berpura-pura kuat dan tegar dengan berjalannya waktu ia akan menjadi sosok yang benar-benar tangguh.
Ia berpura-pura tegar bukan untuk membohongi siapapun yang melihatnya, akan tetapi ia berusaha berpura-pura supaya mampu melatih dirinya hingga menjadi sosok yang benar-benar kuat dan tegar nantinya.

Pada Dasarnya Tak Ada Perempuan Yang Begitu Kuat Hatinya, Sesekali Ia Rapuh, Sesekali Ia Goyah


Sekuat apapun hati seorang perempuan ia pasti mengalami sekita ia rapuh, sekali ia goyah. Karena memang dasarnya tidak ada perempuan yang benar-benar kuat hatinya. Ketika ia mulai rapuh dan goyah, ia selalu berusaha untuk menahan dirinya sendiri, meski sakit meski berat ia tetap tidak menampakkan dirinya sedang rapuh dan goyah. Karena terlihat rapuh, hanya membuat dirinya dikasihani oleh orang lain, atau malah sebaliknya semakin membuat senang orang yang tidak menyukainya ketika ia memperlihatkan bahwa ia sedang rapuh.

Terkadang Perempuan Tetap Tersenyum Hanya Karena Tidak Ingin Menjelaskan Mengapa Ia Bersedih


Kebanyakan dari seorang perempuan memilih tersenyum disaat hatinya sedang terluka dan menangis. Bukan karena hatinya sangat kuat, malah sebaliknya hanya karena tidak ingin menjelaskan mengapa ia bersedih.

Berceritapun atau menjelaskannya terhap orang lain menurutnya tidak ada gunanya, orang lain tidak akan benar-benar mengerti apa yang sebenarnya ia rasakan. Dengan begitu ia akan tetap menyimpannya dan berusaha tetap tersenyum meski hatinya sedang menangis.
Seringkali Ia Menangis Karena Begitu Banyak Luka Yang Harus Disembunyikan

Ketika ia sedang sendiri, ia selalu menangis karena terlalu banyak luka yang ia sembunyikan. Lebih baik ia menagis sendiri dari pada harus menagis didepan orang lain.
Ia akan merasa lega setelah ia menagis, ia akan menyeka air matanya sendiri dan semuanya akan kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya. Terlalu banyak luka yang ia sembunyikan, terlalu banyak rasa sakit yang ia rasakan, tangisanpun menjadi teman satu-satunya banginya.

Mungkin Ia Sering Tersenyum Dan Tertawa Lepas, Tetapi Jauh Di Dalam Hatinya Ia Bersedih Dan Hatinya Remuk Berkali-Kali


Kamu tidak akan pernah tau bagimana hati dari orang yang terlihat selalu ceria, tersenyum lebar dan selalu tertawa lepas, semua itu ia lakukan untuk menyembuhkan luka dan rasa sakit yang ia rasakan. Dengan seperti itu ia lebih mampu meredam rasa sakitnya.
Sebetulnya jika kamu benar-benar paham terdapanya, maka tak lain ia sedang bersedih, ia sedang terluka. Terlihat selalu ceria dan tertawa lepas bukan berarti ia sedang sangat bahagia akan tetapi jauh didalam hatinya ia sangat menangis tersedu-sedu dan hatinya sangat remuk.

Mengapa Perempuan Lebih Sering Diam Dan Menyembunyikan Kesedihannya?


Karena Menurutnya dengan menyembunyikan kesedihannya lebih baik, baik dirinya sendiri tentunya. Tidak ingin mengumbar semua kesediahan yang ia miliki, tidak ingin memperlihatkan kesedihannya terhadap siapapun dengan begitu ia akan terlihat seolah-olah tidak pernah bersedih dan terlukaparah.
Memperlihatkannya pun menurutnya tidak akan membuat siapaun iba dan simpati, jika dengan menyimpan ia merasa lebih baik, lantas untuk apa memperlihatkan semua kesedihan yang ia miliki.
Read More