Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
10 Sebab Doa Tidak Diterima Oleh Allah

10 Sebab Doa Tidak Diterima Oleh Allah

10 Sebab Doa Tidak Diterima Oleh Allah


FIQH AKTUAL | Ketika Ibrahim Bin Adham, seorang ahli sufi berada ditengah-tengah pasar Basrah, beliau dikerumuni oleh orang ramai.

Antara mereka ada yang bertanya, “Mengapakah doa kami tidak dimakbulkan oleh Allah, sedangkan kami bermohon kepada-Nya?

Ibrahim menjawab, “Kerana hati mereka buta disebabkan 10 perkara.”

  • Doa dari mereka yang mengaku mengenali Allah, akan tetapi tidak melakukan segala suruhan-Nya 
  • Mengasihi Rasulullah, tetapi tidak mengikuti sunnahnya
  • Sering membaca Al-Qur’an, tetapi tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup
  • Langsung tidak bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
  • Memusuhi syaitan, tetapi langsung tidak menentangnya
  • Mengakui kewujudan syurga di alam akhirat, tetapi tidak beramal untuk ke syurga
  • Mengakui kewujudan neraka di alam akhirat, tetapi tidak cuba menjauhkan diri dari masuk ke dalamnya
  • Mengakui mati itu pasti kepada semua makhluk, tetapi tidak cuba untuk menjauhkan diri dari masuk ke dalamnya
  • Sibuk dengan keaiban orang lain, tetapi sering lupa dengan keaiban sendiri
  • Mengebumikan mayat saudara Islam, tetapi tidak mengambil iktibar daripada kematian mereka

Semoga bermanfaat



Amin ya robbal alamin

Sumber: islamituindah.com.my
Read More
Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

Hanya Karena Sebutir Kurma, Doa Nabi Ibrahim Tertolak Sampai Empat Bulan

FIQH AKTUAL | Siapa yang menyangka, ternyata karena sebutir buah kurma seseorang harus menanggung dosa. Bukan dikalangan manusia biasa, hal ini justru dialami oleh Nabi. Adalah Nabi Ibrahim, meski bergelar Bapak para Nabi, tak lantas mendapat kompensasi dari sang Pencipta. 

Ia tetap berdosa karena sebutir kurma. Bahkan, yang dilakukannya adalah tindakan tidak sengaja. Namun dosa tetap lah dosa, tidak peduli siapa pelakunya. Ia tetap akan menerima akibatnya. Doa yang selalu mustajab ditolak selama empat bulan lamanya.


Nabi Ibahim bergegas mencari akar permasalahan. Caranya adalah dengan mengunjugi si pemilik kurma yang tidak sengaja diambilnya dengan meminta maaf dan membayarnya. Namun celaka, sang pemilik kurma tersebut sudah meninggal. Bagaimana kisah selengkapnya?

Dalam bukunya Tazkirat-Ul Auliya dan dalam Buku Masnawi Karya Sufi Jalaluddin Rumi, kisah ini terjadi ketika Nabi Ibrahim as selesai melaksanakan ibadah haji. Beliau kemudian berencana untuk berziarah ke Masjidil Aqsha. Untuk membekali diri sepanjang perjalanan, sang Nabi kemudian membeli satu kilo kurma kepada seorang pedangan di wilayah Masjidil Haram.

Setelah mengetahui kurmanya sudah dibungkus, Nabi Ibrahim melihat ada satu butir kurma yang jatuh dekat dengan timbangan. Merasa itu adalah kurma miliknya, sang Nabi kemudian memakan kurma tersebut. Tanpa berdosa dan tanpa merasa bersalah, mengingat kurma tersebut bagian yang terjatuh, maka Nabi pun melanjutkan kehidupannya seperti biasa.

Empat bulan setelah kejadian tersebut, Nabi Ibrahim baru tiba di Al Aqsa. Sesampainya disana, beliau mencari lokasi yang hening agar khusus dalam berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. Ternyata dalam keheningannya, Ia justru mendengar dua malaikat bercerita tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi. 

Mendengar hal itu, Nabi kaget bukan kepalang. Dari percakapan tersebut, bisa jadi selama empat bulan semua ibadahnya tidak diterima Allah. Hal ini hanya karena sebutir kurma. Menyesali tindakannya akhirnya Nabi Ibrahim berencana kembali ke Masjidil Haram untuk menemui sang penjual dan meminta maaf. 

Namunu celaka, karena sang penjual ternyata sudah meninggal dunia. Ditempat pedagaagang kurma yang pernah dibelinya tersebut dijaga oleh seorang anak muda. Ternyata Ia adalah anak sang penjual. 

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya Ibrahim. 

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”. 

Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”. 

“Bagi saya tidak masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.” 

Ya Allah, perkara yang biasa kita sepelekan ini ternyata berdampak panjang. Namun Nabi Ibrahim tidak patah arang. Ampunan Allah lebih penting dibanding rasa letih dan malas untuk mencari kesebelas orang tersebut. 

“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.” 

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.  Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. 

“Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.” 

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Selama ini pikiran kita hanya yang jelas haram baru berbuah dosa. Ternyata, jangankan yang haram, secuil syubhat pun sudah cukup membuktikan, siapa yang akan menjadi penghuni surga dan neraka itu.

Read More
Jika Belai Kepala Istri, Iniah Doanya

Jika Belai Kepala Istri, Iniah Doanya

Jika Belai Kepala Istri, Iniah Doanya

FIQH AKTUAL | Sikap romantis dari sang suami untuk istri perlu untuk dilakukan. Hal ini berguna demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis. Suasana romantis dapat diciptakan dalam momen-momen apa pun. Baik itu ketika menonton televisi, bersantai di teras rumah atau pun ketika akan menjelang tidur. Yang pasti ketika keduanya sedang berada di tempat dan waktu yang sama.

Hal romantis bukan hanya dengan cara mengucapkan kata-kata yang indah saja, tapi menggunakan perilaku juga bisa. Salah satunya ialah membelai kepala sang istri. Istri akan merasa senang jika suami membelai kepalanya dengan penuh kelembutan. Ini membuktikan bahwa suami sangat menyayangi dan mencintai istrinya.

Rasulullah SAW menyarankan agar ketika suami membelai kepala sang istri mestilah sambil berdoa. Seperti terdapat dalam sabdanya, “Jika salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya sambil menyebut nama Allah Azza wa Jalla dan berdoa untuk keberkahannya, dengan membaca, ‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau ciptakan padanya’.”

Seperti itulah doa yang dapat dibaca oleh suami ketika membelai kepala sang istri. Dengan begitu, keromantisan yang diciptakan di antara keduanya akan terasa penuh berkah karena didasari atas cinta karena Allah. Segala sesuatunya diserahkan kepada Allah. Sehingga, insya Allah rumah tangga yang seperti inilah yang akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Wallahu ‘alam.
Read More
Baca Doa Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan

Baca Doa Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan

Baca Doa Ini Saat Bertengkar dengan Pasangan

FIQH AKTUAL | Perasaan marah atau emosi tentu dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali pasangan suami istri. Akan tetapi mereka berusaha untuk mengurangi bahkan menghindari perasaan tersebut muncul agar hubungannya baik-baik saja.

Akan tetapi pada kenyataannya perasaan emosi bisa terjadi kapan saja. Ada banyak alasan yang bisa menyulut terjadinya emosi dalam sebuah hubungan. Mulai dari salah paham, kekurangan uang belanja hingga cemburu yang berlebihan.

Biasanya masalah-masalah seperti ini bisa menyebabkan pertengkaran dan hubungan menjadi renggang. Untuk menghindari hal tersebut, ternyata di dalam agama Islam telah diajarkan tentang doa yang bisa dibaca ketika sedang bertengkar dengan pasangan. Bagaimana bacaan doa tersebut? Berikut informasinya.

Ketika sedang bertengkar dengan pasangan, berusahalah untuk terus bersabar dan jangan sampai tersulut emosi yang berlebihan. Selain itu, bacalah doa berikut ini saat bertengkar dengan pasangan:

“A’uudzu billaahi minasy syaithaanirr rajiim. Allaahummaghfir lii dzanbii wa adzhib ghaidza qalbii wa ajirnii minasy syaithaanir rajiim.”

Artinya: “Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari setan yang terkutuk.” (HR. Bukhari Muslim).

Menurut riwayat Ibnu Sunni, Aisyah pada suatu hari sedang marah, maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Ya Aisyah, bacalah olehmu zikir ini (diatas) supaya hilang kemarahanmu.”

Menurut riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah Saw. berkata kepada salah seorang sahabat yang kala itu sedang memuncak kemarahannya, “Saya memiliki kalimat yang kalau dibaca maka hilanglah kemarahanmu, yaitu ta’awwudz ini (doa diatas).”

Selain membaca doa di atas, berusahalah untuk mengalah dan jangan mengedepankan ego masing-masing. Sebab ketika keduanya sama-sama egois, hal buruk berpotensi dapat terjadi pada hubungan anda dan pasangan.

Hindari pula kata-kata yang memaki ataupun menyakitkan lainnya, sebab hal ini bisa saja membuat pasangan menjadi sedih dan kecewa dengan sikap emosi anda yang terlalu berlebihan tersebut. Berusahalah untuk selalu menjadi pendengar yang baik ketika sedang bertengkar dan perbanyaklah introspeksi diri.

Demikianlah ulasan mengenai doa yang harus dibaca ketika pasangan sedang bertengkar. Belajarlah untuk selalu mengontrol emosi dan amarah, agar hubungan yang sudah dibina itu berjalan dengan baik dan jika terjadi masalah maka selesaikanlah dengan hati yang dingin dan pikiran yang tenang.
Read More